Survey Kekeringan di Kabupaten Sumbawa
SATGAS Kekeringan BBWS Nusa Tenggara I Mataram melaksanakan survei dan penanganan kondisi kekeringan di Kabupaten Sumbawa, khususnya pada Daerah Irigasi Tiu Kulit pada hari senin 24 Agustus 2026.
Defisit air terjadi akibat adanya pelanggaran pola tanam padi seluas 242 Ha, dengan 35 Ha lahan terancam gagal panen. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan air irigasi membutuhkan kedisiplinan dan kepatuhan terhadap pola tanam agar ketersediaan air dapat dimanfaatkan secara adil dan berkelanjutan.
Sebagai langkah penanganan, BBWS Nusa Tenggara I Mataram melalui SATGAS Kekeringan melakukan distribusi air irigasi bagi 50 petani terdampak dengan alternatif penggunaan pompa air untuk sawah.
Karena menjaga air bukan hanya tentang menghadapi kekeringan hari ini, tetapi juga menjaga keberlanjutan pertanian dan ketahanan pangan di masa depan.
Pola tanam yang tertib, air yang terjaga, pangan yang berlimpah.
#SigapMembangunNegeriUntukRakyat
#MengelolaAirUntukNegeri
#SDASigapKekeringan
#ElNino